SIT Permata Kota Mojokerto

SIT Permata Goes to Adiwiyata

Selasa (08/09), SIT Permata berkunjung ke kantor dinas pemerintahan di kota Mojokerto, yaitu Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Kantor DLH ini berlokasi tidak jauh dari sekolah SIT Permata, di Jl. Raden Wijaya No.19, Mergelo, Kranggan, Kec. Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. Kunjungan kali ini diwakili oleh Kabid Humas Yayasan Permata Chusnul Chotimah, S.Si dan Koordinator Kurikulum Ustadzah Nurul Hidajati, S.Pd. Di Kantor DLH ditemui langsung oleh bapak Bambang Mujiono,SH,MH selaku Kepala DLH, Bapak Yus Agustiyan,SE. selaku Kepala Seksi Pelestarian Lingkungan Hidup dan Bapak Edi Sutopo selaku staff.

Diskusi bersama Kepala DLH Bapak Bambang Mujiono,SH,MH.

Diskusi yang berlangsung selama kurang lebih 1,5 jam tersebut, diwarnai dengan tanya jawab menarik terkait informasi tentang kiat-kiat, prosedur dan persyaratan pengajuan SEKOLAH ADIWIYATA.
SEKOLAH ADIWIYATA adalah sekolah yang peduli terhadap lingkungan dan dapat mengintegrasikan nilai-nilai budaya cinta lingkungan dalan kehidupan sehari-hari.

Tujuan dari pengajuan tersebut tak lain untuk mengimplemetasikan Visi SIT Permata yang baru diresmikan saat penutupan Rapat Kerja (RAKER AK22) bulan Juli lalu, yaitu Membentuk generasi Cinta AlQuran, cerdas dan berjiwa pemimpin serta berbudaya lingkungan.

Kantor DLH Kota Mojokerto

“Saya mengapresiasi sekali jika ada sekolah yang berinisiatif untuk mendaftar sebagai sekolah ADIWIYATA, karena sejatinya adiwiyata memang harus tumbuh dan di bangun oleh setiap lembaga. Selain itu, belum banyak sekolah swasta di Kota Mojokerto yang mau mendaftar sebagai sekolah ADIWIYATA” Tutur Pak Bambang. Kabid Humas, Ustadzah Ima panggilan akrabnya, menyampaikan bahwa “Sekolah kami mendaftar sebagai Sekolah ADIWITYATA bukan semata – semata untuk mengikuti Lomba ya pak… Namun, bagaimana berbudaya lingkungan itu bisa melekat dan menjadi kebiasaan dalam diri siswa – siswi kami, kalaupun kedepannya bisa meraih prestasi, itu adalah bonusnya”.

Syarat untuk menjadi Sekolah ADIWIYATA ini tidak hanya sekolah harus hijau, bersih dan rapi saja, melainkan bagaimana sikap dan perilaku masyarakat sekolah mencerminkan berbudaya lingkungan. Seperti tidak membuang sampah sembarangan, merawat tanaman, mengurangi penggunaan listrik dan air secara berlebihan, lebih – lebih bisa menerapkan energi alternatif dari alam sebagai sumber energi, seperti di sekolah menerapkan sistem drainase dengan teknik biopori, memanfaatkan Sinar matahari sebagai sumber listrik (penggunaan pannel surya), mengurangi penggunaan AC dan lain sebagainya. (ND/H)


Leave a Reply

Your email address will not be published.

*