SIT Permata Kota Mojokerto

Mengukir kisah ramadhan

Awali Ramadhan, SIT Permata Gandeng Para Penghafal Al-Qur’an Kota Mojokerto

Dalam rangka sambut Ramadhan 1445 H, Bidang Al-Qur’an SIT Permata Mojokerto yang dipimpin Ustadzah Nur Aisyiah, S.Pd menggelar acara Ngaji Bareng bersama MHQ SIT Permata dan JHQ Kota Mojokerto, di Masjid Miftahul Ilmi pada hari Jumat 1 Maret 2024, dengan tema ‘Mengukir Kisah Ramadhan Bersama Al-Qur’an’.
Acara ini diikuti sebanyak 70 peserta dari Hafidz/Hafidzah SIT Permata Mojokerto dan JHQ Kota Mojokerto.

“Alhamdulillah baru pertama kali ini, kami bisa mengadakan kegiatan dengan para penghafal Al-Qur’an di Masjid Miftahul Ilmi, semoga kedepan bisa berkelanjutan dengan kegiatan yang lebih bagus lagi.” Tutur Ustadzah Nur

Alhamdulillah, dengan waktu yang terbatas kegiatan ini bisa mengkhatamkan Al-Qur’an sebanyak dua kali. Dalam sambutannya, ketua Yayasan Permata Mojokerto menyampaikan bahwa, “akan mendukung keberadaan penghafal Al-Qur’an/ Hafidz – Hafidzah Kota Mojokerto, mohon kami dibantu mensinergikan kekuatan-kekuatan kebaikan ini bisa mendominasi Kota Mojokerto.” Tutur Ustad Makhfud Ketua Yayasan Permata Mojokerto yang juga sebagai anggota terpilih DPRD Kota Mojokerto dalam kontestasi pemilu 2024.

Ketua JHQ Kota Mojokerto, Khoirul Ma’arif menyampaikan sambutannya bahwa, “mendukung sepenuhnya program dari Yayasan Permata Mojokerto, yang salah satunya mewadahi para Hafidz Qur’an Mojokerto dan berharap, kedepan JHQ (Jam’iyah Halamatil Qur’an) mempunyai kesekretariatan sendiri.”

Dalam Mauidho Hasana disampaikan oleh Dr. M Fatih Masrur, M. Fil mengawalinya dengan doa untuk keberkahan dan kesehatan seluruh pengurus Yayasan Permata Mojokerto.

Beliau juga menyampaikan materi dari sebuah kisah yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah, yakni kisah tentang dua orang sahabat Nabi yang baru masuk Islam, dimana salah satunya sangat bersungguh-sungguh dalam beribadah dibandingkan satunya.

Sahabat yang bersungguh-sungguh dalam beribadah ini ikut dalam sebuah pertempuran dan mati syahid. Sedangkan sahabat yang amalan ibadahnya biasa-biasa saja masih hidup setahun kemudian. Ia ditakdirkan meninggal di atas ranjangnya.

Sahabat Thalhah bin Ubaidilah bermimpi melihat keduanya berada di pintu surga. Lalu orang yang meninggal belakangan dan mati di atas ranjangnya dipersilahkan masuk surga terlebih dahulu. Setelah itu baru temannya yang lebih sungguh-sungguh dalam ibadah terbunuh di medan pertempuran dipersilahkan masuk. Thalhah menceritakan mimpi tersebut kepada orang-orang. Cerita itu kemudian mengundang keheranan para sahabat.

Selanjutnya berita mimpi Thalhah dan keheranan manusia kala itupun sampai kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan: mengapa kalian kaget, ”Bukankah orang (yang mati di ranjangnya) itu masih hidup setahun setelah (kematian temannya yang terbunuh di jalan Allah) itu ?” Para sahabat menjawab: benar.

Rasulullah bertanya lagi :
”Dan ia mendapati bulan Ramadhan lalu ia shiyam dan sholat sekian dan sekian dalam setahun ? ” Para sahabat menjawab: benar ya Rasulullah.” Tutur ustad Fatih dalam penyampaian materinya.

“Kisah tersebut menunjukan bahwa umur panjang dan bertemu bulan suci ramadhan merupakan nikmat Allah yang sangat berharga. Karena ia merupakan modal utama beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah”, imbuh ustad Fatih dalam pesannya.

Semoga dari kegiatan ini, semakin terpeliharanya kesucian serta keagungan Al-Qur’an, meningkatnya kualitas pendidikan, terpeliharanya persatuan para Hafidz/Hafidzah, dan menjadikan keberkahan untuk seluruh civitas SIT Permata Mojokerto dan masyarakat luas pada umumnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published.

*


YouTube
Instagram
WhatsApp